Kumpul Keluarga 20 Desember 2016

Keluarga besar dari mBah Kismo/Pariyem mengadakan acara reuni dan kumpul keluarga di Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan tujuan menyambung tali silaturrahmi atau tali persaudaraan.

Kissparry kumpul di Sekayu 2016
Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2016 (sebagai acara puncak), rangkaian acara sudah dimulai sejak 18 Desember 2016 dan berakhir pada 22 Desember 2016.
Hadir seluruh putra-putri ibu Pariyem/bpk Kismo (alm) kecuali satu keluarga yang tinggal di Batam, yaitu keluarga Sdr Udin-Uplik, ketidakhadirannya dikarenakan alasan kesehatan, yaitu hamil muda.

Pada acara tersebut ditetapkan beberapa hal terkait berlangsungnya forum silaturrahmi ini, yaitu:

  •  Acara kumpul keluarga/silaturrahmi/reuni dilaksanakan tiga tahun sekali 2019, 2022, 2025 dst... yang bertempat di rumah putra-putri mbah Par secara bergantian, untuk memudahkan dilakukan undian dan musyawarah (hasil undian disepakati dengan musyawarah).
    Adapun hasil undian berurutan sebagai berikut:
    • Batam (Larto/Sri), 
    • Tenggulang Baru (Ndakir), 
    • Semarang (Wardi), 
    • Tebo/Jambi (Warno), 
    • Batam (Udin/Uplik), dan 
    • Sekayu (Naryo),
      Setelah bermusyawarah, urutan tempat menjadi sebagai berikut:
    • Batam (Larto/Sri) - 2019, 
    • Tebo/Jambi (Warno) - 2022, 
    • Semarang (Wardi) - 2025, 
    • Tenggulang Baru (Ndakir), 
    • Batam (Udin/Uplik), dan 
    • Sekayu (Naryo)
      sehingga tetap mengedepankan musyawarah keluarga.
  • Dalam menyediakan dana kegiatan (termasuk biaya perjalanan) diadakan iuran/infak/sedekah/menabung sebesar Rp 200.000,- per keluarga (besaran sesungguhnya menunggu RAB yang akan dirancang dalam waktu dekat), yang kemudian dikembalikan secara proporsional kebutuhan masing-masing, sehingga terjadi subsidi silang.
  • Tuan rumah menanggung biaya akomodasi dan konsumsi, termasuk transport lokal. Apabila ada kegiatan wisata, beban biaya diperhitungkan kembali berdasar musyawarah mufakat, kecuali di Batam, biaya wisata ditanggung keluarga satunya yang tidak ketempatan. Bila bertempat di Palembang biaya wisata dirembug oleh keluarga di Palembang. Untuk di Semarang dan Jambi biaya wisata dirembug seluruh keluarga.
  • Logo, pengadaan kaos, dan pengadaan baju batik dibicarakan lebih lanjut melalui forum yang ada.
  • Koordinator 2017-2019 ditetapkan, masih seperti 2014-2016, anak tertua (Suwardi), sekaligus pemegang bendahara (pengumpul/pembagi uang).
  • Dimungkinkan ada perpindahan tempat, oleh karena itu pengumpulan dana bersifat flat dan sama
  • Dibentuklah sebuah forum yaitu Forum Silaturrahmi Keluarga Kismo-Pariyem disingkat Forturga Kissparry.

Semoga rencana kegiatan dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan keluarga tersebut.

Weanind
Share on Google Plus

About Weanind

0 komentar:

Post a Comment