Tiba-tiba Kamis siang ada berita kepada saya bahwa Jumat (26 Juli 2013) ada tugas mendadak ke Jakarta, meskipun berita tersebut belum pasti tetapi ketika ada kata PDPT (Pangkalan Data Perguruan Tinggi), langsung saja saya bergegas melihat laman evaluasi.dikti.go.id yang telah berubah nama menjadi forlap.dikti.go.id. Dan benar dalam laman tersebut tercantum ada kegiatan Koordinasi PDPT se-Indonesia yang bertempat di Jakarta.
Tanpa pikir panjang, langsung booking pesawat, mengapa? Kereta Api mungkin sudah tidak kebagian tempat duduk, mengingat waktunya terlalu mepet dengan keberangkatan, apalagi mendekati Hari Raya Idul Fitri 1434H. O... ya bagi Saudara-saudara muslim selamat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan 1434H/2013M. Dan saya berhasil booking perjalanan Semarang-Jakarta dan Jakarta-Semarang, bersama Lion Air. "Kok Lion Air pakainya apa tidak Garuda", tanya teman saya. "Yah, aku sudah terbiasa pesan online sendiri untuk Lion Air, mudah pesannya dan gampang bayarnya bisa pake ATM", begitu balasku. Tanya temenku lagi, "khan ada Kartu Kredit", timpalku begini "pemakaian kartu kredit itu minimal 48 jam sebelumnya".
Serba pas
Kami berangkat berdua dengan teman kantor se-Bagian, hari itu serba pas, berangkat setengah sembilan lebih harus mengambil helm (maklum pake sepeda motor, biar cepet sampe), begitu tiba dibandara sudah terdengar panggilan "Mohon perhatian, penumpang Lion Air dengan penerbangan JT 505 dengan tujuan Jakarta silakan naik ke pesawat melalui pintu dua, terima kasih. Wah sudah dipanggil masuk pesawat.... pas banget nyampe langsung masuk. Pesawat berangkat dan tiba di Jakarta pukul 10.55 pas sesuai dengan jadwal, langsung bergegas mencari angkutan menuju Senayan karena acara diselenggarakan di Senayan, yang kami tuju adalah taksi grup Blue Bird (agak mahal tapi nyaman dan cepat), saya lihat taksi melaju dengan kecepatan 90KM/jam pada jalan yang longgar, saya pun berharap sampai di Senayan masih bisa sholat Jumat di masjid jami.
Benar, begitu turun dari taksi berselang tidak beberapa lama terdengar suara adzan dari masjid jami dikomplek Kemdikbud Senayan, saya bergegas segera ke masjid yang jaraknya sekitar 50M tetapi harus jalan memutar dengan jarak tempuh sekitar 80M, alhamdulillah, pas juga.
Tempat kegiatan berpindah dari Ruang Sidang Lt.2 ke Ruang Lobby penerimaan tamu rombongan khusus yang bertempat di Lantai 18. Wah... ini pas juga belum pernah ada kegiatan model rileks begitu pun lantai paling atas gedung tersebut juga baru kali ini.
Hotel Amaris (Mangga Dua) Jakarta
Pada saat rehat acara, saya berbincang dengan teman saya perihal tempat menginap, namun teman saya tersebut mengikuti dengan pilihan saya, dan akhirnya saya putuskan nginep di hotel Amaris Manggu Dua Jakarta, dengan alasan bahwa hotel tersebut berlokasi di pusat keramaian yaitu di Mangga Dua Square, dari hotel menuju ke bandara juga dekat dan cepat karena akses ke jalan tol (bebas hambatan) dekat. Hotel full hotspot. Tahu keadaan hotel karena pernah menginap beberapa kali, ketika ada kegiatan di Jakarta. Sasaran utama adalah jaringan internet lancar.
Selesai booking kamar, petugas resepsionis menyampaikan bahwa tersedia makan sahur mulai pukul 03.00 s.d. 05.00 WIB harena waktu imsyak di Jakarta pada tanggal tersebut adalah 04.35WIB artinya setelah makan sahur boleh ngobrol atau ngenet disitu hingga jam 05.00WIB, adapun untuk sarapan pagi (breakfast) dimulai pukul 06.00 sd 10.00WIB.
Makan Sahur
Lebih kurang jam 02.00WIB saya terbangun, dikarenakan takut ketiduran lagi aku putuskan untuk nyalakan komputer dan menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung, yaitu tentang lulusan yang belum bisa dilaporkan, cek data selesai, ternyata sudah 02:35WIB, lalu merebahkan badan ditempat tidur tetapi dengan niat tidak untuk tidur tapi untuk sekedar istirahat, saya nyalakan TV hotel kemudian mencari channel yang menayangkan kondisi waktu pukul berapa, ketemulah disitu MetroTV yang menayangkan Mario Teguh topiknya membayar tanpa mengeluarkan uang, menarik, dan begitu aku lihat pada pojok kanan bawah TV tersebut sudah menunjuk pukul 02:57WIB aku segera bergegas ambil kunci, dan tidak lupa HP.
Restoran yang terletak dilantai 7 hotel tersebut sudah ada 2 orang yang mulai menyantap makan sahurnya sesuai dengan selera masing-masing. Macam menunya tidak banyak bila dibanding dengan hotel bintang diatasnya, tapi untuk saya menu-menu tersebut sudah cukup. Saya mengambil piring kemudian aku isi dengan sedikit nasi putih, nasi goreng, sayung tahu, cah kacang panjang, 1 telur dadar. Karena saya ingin mencicipi soto ayam, jadilah aku ambil sedikit juga. Selesai makan baru ambil air putih, teh setengah cangkir, buah (2 macam aku ambil semua) dengan posti banyak.
Makan terasa nikmat, kebetulan nasi gorengnya pas banget dengan seleraku, akhirnya aku ambil lagi nasi goreng. Aku sengaja tidak mengambil roti, jus/sirup, agar tidak kekanyangan.
Sholat Subuh
Selesai makan kembali ke kamar ngeblog (menulis artikel ini) dan begitu datang waktu sholat, ambil air wudhu... dan ini akan sholat Subuh, sekian sampe jumpa dengan cerita yang lain.
Wassalam.
![]() |
| Ilustrasi Hotel Amaris Mangga Dua (pegipegi) |
Serba pas
Kami berangkat berdua dengan teman kantor se-Bagian, hari itu serba pas, berangkat setengah sembilan lebih harus mengambil helm (maklum pake sepeda motor, biar cepet sampe), begitu tiba dibandara sudah terdengar panggilan "Mohon perhatian, penumpang Lion Air dengan penerbangan JT 505 dengan tujuan Jakarta silakan naik ke pesawat melalui pintu dua, terima kasih. Wah sudah dipanggil masuk pesawat.... pas banget nyampe langsung masuk. Pesawat berangkat dan tiba di Jakarta pukul 10.55 pas sesuai dengan jadwal, langsung bergegas mencari angkutan menuju Senayan karena acara diselenggarakan di Senayan, yang kami tuju adalah taksi grup Blue Bird (agak mahal tapi nyaman dan cepat), saya lihat taksi melaju dengan kecepatan 90KM/jam pada jalan yang longgar, saya pun berharap sampai di Senayan masih bisa sholat Jumat di masjid jami.
Benar, begitu turun dari taksi berselang tidak beberapa lama terdengar suara adzan dari masjid jami dikomplek Kemdikbud Senayan, saya bergegas segera ke masjid yang jaraknya sekitar 50M tetapi harus jalan memutar dengan jarak tempuh sekitar 80M, alhamdulillah, pas juga.
Tempat kegiatan berpindah dari Ruang Sidang Lt.2 ke Ruang Lobby penerimaan tamu rombongan khusus yang bertempat di Lantai 18. Wah... ini pas juga belum pernah ada kegiatan model rileks begitu pun lantai paling atas gedung tersebut juga baru kali ini.
Hotel Amaris (Mangga Dua) Jakarta
Pada saat rehat acara, saya berbincang dengan teman saya perihal tempat menginap, namun teman saya tersebut mengikuti dengan pilihan saya, dan akhirnya saya putuskan nginep di hotel Amaris Manggu Dua Jakarta, dengan alasan bahwa hotel tersebut berlokasi di pusat keramaian yaitu di Mangga Dua Square, dari hotel menuju ke bandara juga dekat dan cepat karena akses ke jalan tol (bebas hambatan) dekat. Hotel full hotspot. Tahu keadaan hotel karena pernah menginap beberapa kali, ketika ada kegiatan di Jakarta. Sasaran utama adalah jaringan internet lancar.
Selesai booking kamar, petugas resepsionis menyampaikan bahwa tersedia makan sahur mulai pukul 03.00 s.d. 05.00 WIB harena waktu imsyak di Jakarta pada tanggal tersebut adalah 04.35WIB artinya setelah makan sahur boleh ngobrol atau ngenet disitu hingga jam 05.00WIB, adapun untuk sarapan pagi (breakfast) dimulai pukul 06.00 sd 10.00WIB.
Makan Sahur
Lebih kurang jam 02.00WIB saya terbangun, dikarenakan takut ketiduran lagi aku putuskan untuk nyalakan komputer dan menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung, yaitu tentang lulusan yang belum bisa dilaporkan, cek data selesai, ternyata sudah 02:35WIB, lalu merebahkan badan ditempat tidur tetapi dengan niat tidak untuk tidur tapi untuk sekedar istirahat, saya nyalakan TV hotel kemudian mencari channel yang menayangkan kondisi waktu pukul berapa, ketemulah disitu MetroTV yang menayangkan Mario Teguh topiknya membayar tanpa mengeluarkan uang, menarik, dan begitu aku lihat pada pojok kanan bawah TV tersebut sudah menunjuk pukul 02:57WIB aku segera bergegas ambil kunci, dan tidak lupa HP.
Restoran yang terletak dilantai 7 hotel tersebut sudah ada 2 orang yang mulai menyantap makan sahurnya sesuai dengan selera masing-masing. Macam menunya tidak banyak bila dibanding dengan hotel bintang diatasnya, tapi untuk saya menu-menu tersebut sudah cukup. Saya mengambil piring kemudian aku isi dengan sedikit nasi putih, nasi goreng, sayung tahu, cah kacang panjang, 1 telur dadar. Karena saya ingin mencicipi soto ayam, jadilah aku ambil sedikit juga. Selesai makan baru ambil air putih, teh setengah cangkir, buah (2 macam aku ambil semua) dengan posti banyak.
Makan terasa nikmat, kebetulan nasi gorengnya pas banget dengan seleraku, akhirnya aku ambil lagi nasi goreng. Aku sengaja tidak mengambil roti, jus/sirup, agar tidak kekanyangan.
Sholat Subuh
Selesai makan kembali ke kamar ngeblog (menulis artikel ini) dan begitu datang waktu sholat, ambil air wudhu... dan ini akan sholat Subuh, sekian sampe jumpa dengan cerita yang lain.
Wassalam.

0 komentar:
Post a Comment